PLN

Penjualan Listrik PLN Jatim Capai 46,3 TWh Sepanjang Tahun 2025

Penjualan Listrik PLN Jatim Capai 46,3 TWh Sepanjang Tahun 2025
Penjualan Listrik PLN Jatim Capai 46,3 TWh Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Geliat ekonomi di wilayah Jawa Timur menunjukkan sinyal positif yang sangat kuat sepanjang tahun lalu. Hal ini tercermin dari catatan performa PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur yang berhasil membukukan angka penjualan tenaga listrik sebesar 46,3 Terawatt hour (TWh) hingga akhir tahun 2025. 

Pencapaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator nyata dari meningkatnya produktivitas sektor industri, bisnis, dan konsumsi rumah tangga di provinsi yang menjadi lokomotif ekonomi nasional tersebut. Dengan pertumbuhan yang stabil, PLN Jatim berhasil membuktikan bahwa ketersediaan energi yang andal merupakan fondasi utama dalam menggerakkan roda pembangunan di berbagai lini.

Indikator Kebangkitan Ekonomi Melalui Konsumsi Energi

Pertumbuhan penjualan listrik di Jawa Timur merupakan cerminan dari dinamika pasar yang terus berkembang pasca-pandemi dan di tengah tantangan ekonomi global. PLN mencatat bahwa peningkatan permintaan ini tersebar merata di berbagai sektor, dengan kontribusi terbesar tetap berasal dari sektor industri yang menjadi tulang punggung wilayah Jawa Timur. Efisiensi operasional dan program elektrifikasi yang gencar dilakukan menjadi faktor kunci di balik keberhasilan perusahaan melampaui target yang telah ditetapkan.

Manajemen PLN Distribusi Jawa Timur menyatakan bahwa capaian 46,3 TWh ini menunjukkan kepercayaan pelanggan yang tetap tinggi terhadap keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur. Pertumbuhan ini juga didorong oleh percepatan digitalisasi layanan yang memudahkan pelanggan dalam mengakses kebutuhan energi mereka, mulai dari proses penyambungan baru hingga penambahan daya yang kini jauh lebih cepat dan transparan.

Sektor Industri dan Bisnis sebagai Pendorong Utama

Sektor industri manufaktur tetap memegang peran krusial dalam struktur penjualan listrik PLN di Jawa Timur. Sepanjang tahun 2025, banyak kawasan industri baru yang mulai beroperasi secara penuh, yang secara otomatis menyerap pasokan daya dalam skala besar. Selain itu, sektor bisnis seperti pusat perbelanjaan, perhotelan, dan pariwisata yang kembali pulih juga memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan konsumsi listrik harian.

PLN terus berkomitmen untuk memberikan layanan khusus bagi pelanggan industri melalui skema layanan premium. Layanan ini menjamin kualitas pasokan listrik yang tanpa kedip, yang sangat dibutuhkan oleh mesin-mesin industri presisi tinggi. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin kuat, PLN optimis dapat terus menyerap kebutuhan daya dari para investor yang masuk ke wilayah Jawa Timur, sehingga tercipta ekosistem industri yang kompetitif di tingkat regional maupun internasional.

Keberhasilan Program Elektrifikasi Sektor Rumah Tangga

Selain sektor produktif, konsumsi listrik di kategori rumah tangga juga menunjukkan tren kenaikan yang positif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat dan semakin luasnya cakupan jaringan listrik hingga ke pelosok desa melalui program Listrik Desa (Lisdes). PLN Jatim mencatat bahwa kesadaran masyarakat untuk beralih ke gaya hidup elektrik (electrifying lifestyle) turut berkontribusi pada angka penjualan total.

Penggunaan peralatan elektronik rumah tangga yang semakin beragam serta mulai populernya penggunaan kendaraan listrik di kalangan masyarakat perkotaan seperti Surabaya, Malang, dan Sidoarjo menjadi pemicu tambahan. PLN merespons fenomena ini dengan memperbanyak titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan memberikan berbagai promo menarik bagi pelanggan yang melakukan pengisian daya di rumah pada jam-jam tertentu.

Inovasi Layanan Digital dan Kemudahan Akses Pelanggan

Salah satu faktor internal yang mendukung pencapaian kinerja penjualan ini adalah transformasi digital melalui aplikasi PLN Mobile. Kemudahan dalam melakukan pengisian token, pembayaran tagihan, hingga pelaporan gangguan telah meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Dengan layanan yang lebih responsif, potensi kehilangan peluang penjualan akibat gangguan teknis dapat ditekan seminimal mungkin.

PLN juga terus melakukan sosialisasi program-program pemasaran seperti promo tambah daya pada momen-momen tertentu yang terbukti sangat diminati oleh pelanggan. Fleksibilitas layanan ini membuat masyarakat lebih leluasa dalam mengelola kebutuhan daya listrik mereka sesuai dengan kemampuan ekonomi dan kebutuhan operasional sehari-hari.

Komitmen Terhadap Keandalan dan Keberlanjutan Energi

Meskipun fokus pada peningkatan penjualan, PLN Jatim tidak melupakan tanggung jawabnya dalam menjaga kualitas lingkungan. Pencapaian 46,3 TWh di tahun 2025 ini diimbangi dengan upaya integrasi energi baru terbarukan ke dalam sistem distribusi Jawa Timur. Pemanfaatan potensi surya, air, dan bioenergi di beberapa wilayah terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa pertumbuhan penjualan listrik juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pemeliharaan jaringan yang dilakukan secara rutin tanpa padam (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan/PDKB) menjadi garda terdepan dalam menjaga kontinuitas suplai. Dengan memastikan listrik tetap menyala tanpa gangguan, PLN dapat memaksimalkan potensi penjualan energi setiap detiknya. Keandalan sistem ini menjadi modal utama PLN Jatim untuk menyongsong target penjualan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.

Visi PLN Jatim dalam Mendukung Pertumbuhan Masa Depan

Capaian kinerja tahun 2025 ini akan menjadi barometer bagi perencanaan strategi perusahaan di masa depan. PLN Distribusi Jawa Timur memproyeksikan bahwa permintaan listrik akan terus tumbuh seiring dengan rencana pembangunan infrastruktur strategis nasional di Jawa Timur, termasuk pengembangan pelabuhan dan bandara internasional baru.

PLN akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memetakan potensi pertumbuhan beban baru di wilayah-wilayah yang sedang berkembang. Dengan menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keandalan jaringan, dan inovasi layanan, PLN Jatim yakin dapat mempertahankan posisinya sebagai pilar utama energi yang mendukung Jawa Timur tetap menjadi primadona investasi di Indonesia. Angka 46,3 TWh adalah bukti nyata bahwa Jawa Timur terus bercahaya dan bergerak maju.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index